10 Hal Yang Menyebabkan Pasangan Selingkuh

Menyakitkan memang mengetahui suami/istri (pasangan) yang sangat kita cintai berselingkuh dengan wanita/pria lain. Ketakutan akan diduakan oleh pasangan membuat kita bertanya-tanya, mengapa suami/istri sampai tega untuk menyelingkuhi pasangannya?

Sebenarnya ada banyak alasan kenapa seseorang bisa selingkuh. Karena orang yang selingkuh memang sudah mempersiapkan 1001 alasan untuk berjaga-jaga kalau pada akhirnya dia ketahuan selingkuh.

Berikut beberapa alasan yang umum menjadi penyebab utama perselingkuhan:

Ketidakpuasan
Salah satu alasan utama mengapa pasangan berselingkuh yaitu karena mereka tidak puas. Tidak puas untuk apa? Untuk apapun! Bisa jadi mereka tidak puas karena pasangan terlalu sibuk sehingga mereka jarang menghabiskan waktu bersama. Ketidakpuasan di sini bisa juga dalam hal finansial. Tidak puas akan penghasilan suami atau tidak puas dalam hal pengaturan masalah keuangan, misalnya karena sang istri kurang pandai mengatur keuangan lantas si suami berselingkuh.

Dengan kata lain, mereka tidak bahagia sehingga hal sepele pun bisa menjadi penyebab perselingkuhan. Karena itulah, pasangan yang selingkuh tergoda untuk mencari hal baru, seseorang yang membuatnya merasa jauh lebih bahagia, mencari seseorang yang lebih bisa memuaskan keinginan dan kebutuhannya.
Mencari sensasi baru dalam berhubungan.
Hampir sebagian besar orang yang selingkuh mengatakan bahwa daya tarik selingkuh yang utama adalah sensasinya.

“Betul banget, selingkuh itu yang dicari sensasinya. Saya rasa semua orang yang selingkuh mengakui hal itu” kata Gunawan, teman saya yang terkenal Playboy cap duri ikan….

Sensasi apa yang dirasakan saat berselingkuh..?

“pokoknya beda aja dari apa yang saya rasakan ketika berduaan dengan pacar. Kita sebagai cowok dituntut untuk berfikir cerdas, mengeluarkan sebanyak mungkin trik dan rayuan gombal agar kedua hubungan berjalan dengan lancar” lanjut Gun lagi

Kurangnya komunikasi
Dalam sebuah hubungan, kelancaran komunikasi adalah sangat penting. Segala hal kecil bisa jadi salah paham dan runyam bila komunikasi tidak lancar. Karena alasan kesibukan, tak sedikit pasangan yang jarang atau bahkan tidak pernah menghabiskan waktu bersama untuk sekedar ngobrol, sharing tentang kegiatan dan aktivitas sehari-hari.

Lebih buruk lagi, bila salah satu pasangan merasa bahwa ia tidak memiliki komunikasi yang baik dengan pasangannya namun di lain pihak teman atau orang yang sering ditemuinya setiap hari di kantor justru seolah-olah bisa menjadi sahabat terbaik yang bisa mendengarkan dan menjadi tempat baginya untuk menceritakan banyak hal. Bila dibiarkan, hubungan yang seperti ini tentunya tidak sehat dan berpeluang sangat besar mengarah pada hal-hal buruk seperti perselingkuhan.

Pasangan yang selingkuh tergoda untuk mencari hal baru, seseorang yang membuatnya merasa jauh lebih bahagia

Merasakan kejenuhan dalam hubungan yang monoton.
Rasa jenuh dan bosan bisa mendera siapa saja. Bukan cuma masalah pekerjaan tapi juga dalam berhubungan. Hal ini biasanya disebabkan kurang mampu membuat variasi dan inovasi dalam menjalani pacaran sehingga salah satunya mengalami kejenuhan. Hal ini biasa terjadi pada hubungan yang sudah berlangsung lama. Nah, ketika kejenuhan itu sudah mencapai puncaknya, maka dia akan mencari alternatif lain yaitu dengan selingkuh. Dia berfikir selingkuh akan bisa mengatasi kejenuhannya.

Balas dendam
Mengetahui sang istri selingkuh dengan rekan kerjanya, si suami tergerak hatinya untuk membalas sakit hatinya. Caranya? Dengan melakukan hal yang sama, tentunya. Maka, sang suami pun tak segan-segan berselingkuh dengan wanita lain hanya karena ia ingin membalas dendam atas perselingkuhan istrinya.

Terpengaruh oleh lingkungan dan pergaulan.
Tidak bisa dipungkiri, lingkungan dan pergaulan adalah dua hal yang sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Watak, karakter dan cara berfikir seseorang sedikit banyak dipengaruhi oleh ligkungan dan pergaulannya. Kalau seseorang berada dalam lingkungan yang diisi oleh para peselingkuh, maka dia sebenarnya punya motivasi untuk selingkuh. Karena baginya, selingkuh bukanlah hal yang tabu. Melainkan lumrah, normal dan biasa.

suka selingkuh

Kesempatan itu ada
Awalnya pasangan tak berpikir sedikit pun untuk berselingkuh. Karena adanya kesempatan selalu berdua dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama rekan sekerja di kantor ketimbang bersama pasangan sendiri. Bisa saja kesempatan tersebut mengarah pada hal-hal negatif seperti perselingkuhan.

Namun, jika pasangan suami istri memiliki komitmen kuat untuk menjaga keutuhan dan kesucian tali pernikahan mereka, perselingkuhan sebenarnya tidak akan terjadi meskipun kesempatan itu ada. Di sinilah pentingnya memupuk terus hubungan yang sudah ada sebagai pasangan suami istri. Penting pula memupuk iman dan mengingat bahwa penikahan bukanlah sebatas komitmen untuk hidup bersama namun juga merupakan janji sakral yang diucapkan dengan membawa nama Tuhan.
Kurang perhatian dan penghargaan dari pasangan
Bayangkan jika sang suami selalu melengos pergi ketika si istri sudah mulai membahas masalah pribadinya. Tentu si istri merasa tidak diperhatikan, sementara yang ia butuhkan hanyalah seorang pendengar yang baik. Dan ketika ia menemukan figur pendengar yang baik dalam diri pria lain, maka terjadilah perselingkuhan itu. Di lain pihak, si istri selalu ngomel karena jatah bulanan selalu kurang. Alih-alih berterima kasih karena suami telah bekerja keras, ia malah menuntut suami untuk mendapatkan gaji yang lebih besar. Tentu sang suami bisa jengah dikritik dan dipojokkan seperti itu. Maka, ia pun mulai mencari ‘ketenangan’ di sisi wanita lain.

Tidak bahagia
Memiliki suami/istri yang sempurna, dengan pekerjaan mapan, rumah mewah, anak-anak yang pandai, bukan berarti tidak ada kesempatan untuk berselingkuh. Alasannya sederhana: mereka tidak bahagia. Segalanya tampak sempurna, namun ada sesuatu yang membuatnya tidak menikmati hidup.
Ada hal yang terasa kurang baginya dan ia mendapatkannya dari orang lain. Kebahagiaan merupakan faktor utama yang menjamin hubungan harmonis antar pasangan. Bila kebahagiaan itu sirna, pupus pula hubungannya bersama pasangan.

Masalah ‘ranjang’
Kurangnya hubungan intim dengan pasangan bisa menyebabkan tergerusnya keharmonisan di antara pasangan tersebut. Mungkin sang istri terlalu sibuk menemani anak-anak tidur sehingga ia tidak memiliki waktu “berdua” dengan suami. Atau bisa juga sang suami sudah keburu lelah ketika tiba di rumah dan langsung mandi lantas pergi tidur. Ia melupakan istrinya yang sudah menggebu-gebu. Karena itulah, beberapa orang lantas mencari ke luar untuk memenuhi kebutuhan biologis (dan juga psikologisnya).

Previous post

Begini Cara Ampuh Untuk Mengenali Pasangan Doyan Selingkuh

Next post

Takut Pasangan Selingkuh? Kunci Segera Dengan Cara Ini