Cerita dan Teori Pulau Paskah

Sebanyak 887 patung raksasa Moai yang berada di tempat ini, telah minumbulkan beberapa teori pulau paskah dan menjadikan pulau  tersebut sebuah peninggalan sejarah yang paling terkenal dan paling  misterius saat ini. Walaupun keadaan sebenarnya merupakan salah satu pulau paling terisolasi di dunia.

Hampir tiap tahun, setiap  orang dari mulai para ahli, wisatawan, ataupun penduduk setempat membicarakan dan mengajukan teori-teori  berusaha mengungkap misteri dari   Pulau Paskah tersebut.

Berikut ini adalah sepuluh cerita dan teori Pulau Paskah yang pastinya menarik buat siapa saja yang ingin mengetahui kisah dan misteri dari tempat bersejarah ini.

10. Moai Yang Berjalan

Salah satu teori pulau paskah yang menjadi pertentangan  dan pembicaraan selama bertahun-tahun adalah bagaimana patung-patung raksasa Moai di Pulau Paskah bisa berada ditempat mereka yang sekarang. Sebagaimana  di ketahui bahwa patung-patung ini sangat besar, yang tertinggi diantara mereka, dinamakan ‘Paro’ memiliki tinggi hampir sekitar 10 meter dengan berat 82 ton.

Rapa-Nui
www.sci-news.com

Dan yang pasti, patung-patung ini sangat sulit bahkan hampir tidak mungkin untuk digerakkan dengan tenaga manusia biasa.

Sekitar awal tahun 80-an, para peneliti membuat beberapa tiruan patung Moai dan mencoba menggerakkan serta memindahkan mereka hanya dengan menggunakan peralatan yang berada di sekitar pulau. Mereka mendapati hal tersebut hampir mustahil untuk dilakukan.

Kemudian pada tahun 1987, arkeolog Amerika Charles Love berhasil memindahkan sebuah tiruan patung dengan berat hampir 10 ton.

Dia menggunakan sebuah kendaraan darurat yang terbuat dari kayu dan berhasil memindahkan patung tersebut sejauh 46 meter dalam waktu dua menit dengan dibantu oleh 25orang.

Moai Statue pulau paskah
beberapa percobaan yang mendukung teori pulau paskah, gambar diambil dari www.radio.cz

Sepuluh tahun setelah itu seorang insinyur bernama Pavel Pavel dan seorang petualang Norwegia Thor Heyerdahl membuat patung tiruan mereka sendiri dengan ukuran yang sama.  Mereka mengikat patung dengan tali, satu dikepala dan satu di bagian bawah patung.

Dengan dibantu oleh 16 orang, mereka mencoba mengguncang-guncang patung untuk dipindahkan. Namun tidak lama percobaan ini dilakukan, terpaksa dihentikan karena metode yang mereka gunakan merusak bagian bawah patung.

Tetapi Thor Heyerdahl mengklaim bahwa mereka berhasil memindahkan patung beberapa ratus meter setiap harinya.

teori patung moai berjalan
teori pulau paskah terbari menjelaskan bagaimana patung moai dipindahkan, gambar diambil dari news.nationalgeographic.com

Lalu kemudian percobaan terbaru yang dilakukan oleh Terry Hunt dan Carl P. Lipo dengan metode ‘Patung Berjalan’ dibantu oleh 18 orang dengan cara mengikat patung dibagian atas dan di  tarik dari tiga posisi ( samping kiri-kanan, dan belakang) berhasil dengan baik memindahkan patung sejauh 100 meter dengan mudah.

Dan tampaknya teori ini adalah yang  paling mendekati kenyataan tentang bagaimana patung-patung raksasa Moai ini dipindahkan dari tempat asalnya ke hampir seluruh wilayah pulau.

9. Kerusakan Ekosistem

Sebuah teori pulau paskah terkenal mengatakan bahwa penduduk asli pulau membabat hampir sebagian besar hutan untuk mebuka lahan pertanian, dan berpikir pohon-pohon tersebut akan tumbuh kembali dengan cepat untuk mempertahankan kelangsungan ekosistem alam.

Pertumbuhan populasi di pulau tersebut, semakin menambah masalah sehingga akhirnya sumberdaya alam tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan penghuninya.

Teori ini dipopulerkan oleh ahli geografi dari UCLA bernama  Jared Diamond. Jared Diamond menggambarkan Pulau Paskah sebagai sebuah contoh yang paling menonjol akan penyalahgunaan sumberdaya alam yang pada akhirnya merusak ekosistem alam.

www.dw.com
www.dw.com

Bagaimanapun,  sebuah teori pulau paskah baru menunjukkan bahwa hal tersebut sangat kecil kemungkinannya terjadi.

Orang-orang Rapa-Nui berada dalam kenyataan sebagai ahli pertanian yang cerdas. Studi intensif menunjukkan bahwa pertanian para penduduk pulau sengaja dipupuk dengan abu vulkanik.

Terry Hunt dan Carl Lipo dalam penelitian lanjutan mereka terhadap Pulau Paskah, menyebutkan bahwa meskipun hutan-hutan besar di babat sampai habis, tetapi mereka menggantinya dengan padang rumput.

Antropolog Mara Mulrooney mendukung Lipo dan Hunt dalam hal ini. Data radiokarbon nya menunjukkan bahwa Pulau Paskah dihuni selama berabad-abad, dan jumlah penduduknya hanya turun setelah Eropa mulai mengunjungi itu.

8. Serangan Hama Tikus

Lipo dan Hunt menawarkan penjelasan alternatif terkait adanya penurunan populasi di  Pulau Paskah. Kurangnya predator dan melimpahnya makanan telahmenjadi surga bagi tikus, yang telah datang dengan cara bersembunyi di dalam perahu para penjelajah awal yang datang ke Pulau Paskah.

Meskipun para penduduk menebang dan membakar pohon, namun hama tikus telah mencegah bibit-bibit pohon untuk tumbuh kembali.

Mereka berpesta pada bibit-bibit baru yang disebar oleh penduduk.  Namun, meskipun hama tikus telah menyebabkan pertumbuhan ekosistem baru, tetapi hal ini telah menjadi sumber makan baru bagi penduduk. Hal ini di buktikan dengan di temukannya tulang-tulang tikus di sampah rumahtangga para penduduk pulau.

7. Kedatangan Alien

Sebuah teori pulau paskah konyol yang popular tentang patung Moai di Pulau Paskah mengatakan bahwa patung-patung besar ini dibuat oleh para Alien.  Seorang penulis bernama Erich von Daniken yang membantu menyebarkan teori ini lewat buku best sellernya. Daniken juga percaya bahwa orang mesir kuno tidak mungkin membangun Piramida sendiri karena mereka tidak memiliki kekuatan dan kecerdasan untuk melakukan hal tersebut.

easter island
teori pulau paskah tentangalian yang membawa patung, gambar dari www.easterisland.travel

Tapi pada kenyataannya batu yang digunakan untuk membuat patung tersebut di ambil dari pulau itu sendiri yaitu di gunung berapi sebelah timur laut, bukan dari planet lain.

Tidak ada misteri sebenarnya tentang siapa yang membangun patung-patung tersebut. Misteri sebenarnya adalah mengapa mereka melakukannya.

Banyak peneliti percaya bahwa setiap patung mewakili kepala keluarga di Pulau Paskah ini. Apakah benar seperti itu, bagaimanapun ini tetaplah sebuah spekulasi.

6. Jalan Yang Jarang Dilalui

Pada tahun 2010, para arkeolog mengumumkan bahwa mereka sepakat mengabaikan teori yang di keluarkan 50 tahun silam tentang bagaimana patung Moai di pindahkan ke seluruh pulau. Sebuah teori pulau paskah yang di terbitkan oleh Thor Heyerdahl pada tahun 1958 ini mengatakan bahwa jalan-jalan kuno yang ada di sekitar pulau adalah jalan utama para penduduk dalam melakukan transportasi.

rsscblog.com
patung-patung di pulau paskah, sumber rsscblog.com

Sebagai bukti untuk mendukung teori tersabut yaitu dengan ditemukannya patung Moai yang jatuh terpelungkup atau terlentang disekitar jalan, yang ditinggalkan selama perjalanan untuk alasan yang tidak diketahui.

Heyerdahl mencoba untuk menyangkal teori pulau paskah dari arkeolog Inggris yang bernama Katherine Routhledge, yang menyatakan bahwa jalan-jalan ini dibangun untuk tujuan seremonial.

Penyelidikan terbaru menyatakan kebenaran dari teori Routhledge, bahwa jalan-jalan yang cekung akan sangat sulit jika digunakan untuk membawa dan memindahkan patung. Temuan adanya patung yang jatuh disekitar jalan tersebut hanyalah semata patung yang jatuh dari tempatnya didirikan setelah beberapa waktu lamanya.

Tim arkeologi baru-baru ini mencatat bahwa semua jalan mengarah pada kawa gunung Rano Raraku. Ini berarti  bahwa para penduduk pulau melihat gunung berapi tersebut sebagai suatu tempat yang suci atau berada tepat di tengah-tengah pulau.

5. Sistem Penulisan

Teori pulau paskah ini dikenal sebagai sebuah ’teori yang aneh’. Pada tahun 2012 Robert M. Schoch mengklaim bahwa sistem penulisan peninggalan penduduk Pulau Paskah sebenanya berusia 10.000 tahun lebih tua dari apa yang diperkiran orang pada umumnya. Hal ini juga otomatis membuat pulau itu sendiri lebih tua dari yang di perkirakan.

rongo rongo
prasasti rongo-rongo ,salah satu teori pulau paskahyang coba untuk di pecahkan oleh para ahli- kohaumotu.org

Robert M. Schoch datang dengan teori nya setelah dia menjelajahi  Gobekli Tepe, suatu situs batu  kuno di  Turki yang diyakini telah dibangun lebih dari 12.000 tahun lalu. Situs ini diyakini hanya dibangun semata-mata untuk tujuan acara ritual keagamaan.

Pilar the Gobekli Tepe dan patung Moai di Pulau Paskah kata Schoh mempunyai kesamaan pada bentuk tulisan dan gaya angka. Scohch juga percaya bahwa naskah Rongo Rongo dari pulau Paskah mencatat kejadian di langit beberapa ribu tahun yang lalu.

4. Telinga Panjang dan Telinga Pendek

Penulis Rupert  Ivan Murrill menyebutkan dalam jurnalnyayang berjudul “Cranial and Postcranial Skeletal Remains from Easter Island “ bahwa tengkorak  yang  ditemukan di Pulau Paskah mempunyai bentuk yang panjang dan menyempit. Bukti lain yang ditemukan  juga menyebutkan bertelinga panjang.

Sementara itu Thor Heyerdahl dalam jurnalnya ‘Aku Aku’ menyebutkan bahwa terjadi peperangan dan pembantaian antara orang yang bertelingan pendek dan telinga panjang di Pulau Paskah.

salah satu teori pulau paskah, telinga panjang
gambar kepala patung telinga panjang, gambar diambil dari www.kellscraft.com

Kemudian cerita berlanjut, mengenai orang bertelinga panjang, suku pertama yang mendiami Pulau Paskah menggali parit pada tahun 1675 dan mengisinya dengan semak-semak. Seorang pria  bertelinga panjang mengatakan kepada istrinya yang bertelinga pendek bahwa dia dan  sukunya berencana memasukkan semua orang bertelinga pendek kedalam parit dan membakar mereka semua.

Wanita bertelinga pendek terkejut mendengar cerita suaminya dan memberitahu kepada sukunya akan rencana tersebut, walaupun dia harus menghianati suaminya demi menyelamatkan sukunya  sendiri.

Perkelahian pun terjadi, tetapi orang-orang bertelinga pendeklah yang berhasil mengejar orang-orang bertelinga panjang sampai masuk kedalam parit dan membakar mereka semua.

Hanya ada  dua orang bertelinga panjang yang selamatdengan cara masuk kedalam gua di  dekat parit tersebut. Orang bertelinga pendek lalu  mengejar mereka, dan membunuh salah satu diantara mereka hingga hanya tinggal satu orang bertelinga panjang yang masih hidup.

Heyerdahl menggambarkan orang yang bertelinga panjang sebagai suku dari Peru, yang berarti orang-orang ini telah mendahului mereka yang bertelinga pendek, yang dianggap sebagai suku dari Polynesia.

Namun Kapten James Cock yang datang ke Pulau Paskah antara tahun 1772 dan 1775 mengatakan melihat banyak orang bertelinga panjang. Sehingga menimbulkan beberapa  pertanyaan akan akurasi dari cerita tersebut.

3. Badan Moai

Para ilmuwan melakukan penggalian di sekitar patung Moai pada tahun 2011 dan menemukan banyak kepala dari patung tersebut ternyata menyatu dengan badan yang terkubur dalam tanah. Direktur proyek, Jo Anne van Tilburg juga menegaskanpenemuan yang lebih menarik, yaitu adanya tali yang menghubungkan patung dengan batang pohon dari lubang yang dalam.

patung Moai pulau paskah
penggalian badan patung moai untuk menjelaskan beberapa teori pulau paskah yang berkaitan dengan patung moai raksasa, gambar bersumber dari mentalfloss.com

Teorinya adalah orang-orang Rapa-Nui menggunakan tali dan batang untuk menarik patung supaya dapat berdiri dengan tegak.

Penemuan lain yang menarik adalah ditemukannya pigmen merah dalam lubang yang digunakan pada saat pemakaman.

Van Tilburg yakin bahwa penduduk asli menggunakan pigmen tersebut untuk melukis badan Moai  seperti mereka melakukan hal tersebut saat melukis dirinya ketika akan melakukan  upacara/ritual suci.

2. Manusia Burung Suci

Kawah gunung Rano Kau yang berada di pulau, menjadi tempat diadakannya  sebuah kompetisi untuk menghormati dewa kesuburan Makemake. Pemenang dari kompetisi ini adalah orang tercepat yang bisa menuruni lereng kawah yang curam, berenang di laut terbuka, dan sampai di pulau terdekat tanpa dimakan oleh ikan hiu. Di pulau tersebut telah di sediakan telur yang harus dibawa pulang kembali ke pulau utama tempat perlombaan dimulai.

teori pulau paskah tentang birdman
www.bibliotecapleyades.net

Pemenang dari kompetisi ini dinamakan ‘Birdman’. Dan kelompok dari pemenang ini menjadi pemimpin diantara kelompok lainnya selama satu tahun mendatang.

Kultur Birdman menjadi sebuah agama tersendiri di pulau Paskah sampai dengan tahun 1867. Selama diadakannya kompetisi Birdman, para penduduk terinspirasi untuk menjadi orang-orang yang kuat dan membangun kembali rumah mereka menjadi lebih baik.

Hingga  pada suatu saat pulau ini terserang oleh semacam penyakit dan menderita cedera sehingga mereka tidak dapat menata kembali kehidupan dan lingkungan menjadi lebih baik lagi. Pada saat kondisi semakin memburuk datanglah misionaris kepulau tersebut, dan segera mengubah kehidupan masyarakat menjadi Kristiani. Segala apa yang mereka miliki seperti baju traditional, tattoo, serta seni menggambar tubuh hanya tinggal sejarah. Karya seni, kerajinan, catatan ‘rongo-rongo’ mulai dihancurkan.

Hingga pada akhirnya, penduduk pulau Rapa-Nui tinggal disebuah bagian kecil pulau. Sementara sisanya di gunakan sebagai tempat peternakan. Hari ini sangat sedikit penduduk Pulau Paskah yang mempunyai garis keturunan asli dengan Rapa-Nui.

1.     Tukuturi

Tukuturi adalah patung Moai yang ditemukan dalam posisi duduk atau berlutut, patung ini dianggap untuk mewakili penyanyi kuno. Posisi patung ini menyerupai orang-orang kuno saat melakukan festival rui. Kepala patung ini cenderung lebihtinggi dibandingkan dengan yang lainnya, dan bahkan patung ini juga memiliki semacam jenggot.

Tukuturi
gambar dari patung tukuturi yang ditemukan paling terakhir, commons.wikimedia.org

Ukuran Tukuturi jauh lebih kecil dari sisa patung Moai yang ditemukan lainnya, serta struktur wajah yang lebih mirip dengan manusia.

Patung unik ini tidak dibuat dengan  bahan yang sama seperti pada pembuatan patung lainnya, tetapi menggunakan batu berwarna merah Puna Pua.

Teori pulau paskah lain berspekulasi bahwa Tukuturi mungkin hasil dari eksperimen dengan tekhnik ukir batu yang dilakukan oleh penduduk Pulau Paskah.

Kaki patung, lutut serta bokong didefinisikan dengan baik, dan pada beberapa patung ditemukan posisi yang berlutut yang mengindikasikan kesabaran dan kewaspadaan.

Tukuturi ditemukan selama era tahun 50-an dan tetap menjadi salah satu yang paling menarik dari semua patung yang ditemukan di Pulau Paskah.

Previous post

Pulau Paskah: Misteri Patung Raksasa Moai

Next post

Cacing Kematian dari Mongolia (Mongolian Death Worm)