Cacing Kematian (Death Worm Mongolia)

Pada bulan Agustus 2009, dua orang Selandia Baru membawa kamera video beserta sekarung bahan peledak ke gurun Gobi (sebuah tempat terpencil di Mongolia) untuk makhluk bernama Cacing Kematian ‘Death Worm Mongolia’ yang dipercaya terdapat di daerah ini.

Cacing Kemattian dari Mongolia ‘Death Worm Mongolia’ masuk dalam deretan nama makhluk Crypted yaitu semacam makhluk hidup yang keberadaannya masih tersembunyi dan belum dikonfirmasi atau diketahui oleh ilmu sains modern.

Death Worm Mongolia dikenal sebagai Allghoi Khorkhoi atau semacam “cacing usus” oleh para penduduk lokal, karena bentuknya yang mirip dengan kantung usus sapi. Dalam bahasa lokal Mongolia, Allghoi berarti cacing berukuran besar sedangkan Khorkhoi berarti usus.

Cacing raksasa ini berukuran sekitar 0,6 sampai 1,5 meter, bertubuh gemuk serta beruas-ruas seperti sebuah usus dan memiliki warna yang cerah (merah) dan digambarkan memiliki semacam bintik-bintik atau bercak pada tubuhnya.

Cacing Kematian 'Death Morm Mongolia'
Cacing Kematian ‘Death Worm Mongolia’ gambar dari www.animalplanet.com

Menurut legenda, cacing ini dapat mengintai korbannya dari bawah pasir di daerah padang pasir tersebut, lalu tanpa disadari keluar untuk menerkam para korbannya dengan cara menembakkan semacam petir beserta cairan asam yang sangat mematikan.

Kemampuan untuk membunuh dari cacing raksasa ini juga dilaporkan dapat terjadi ketika menyentuh bagian tubuh dari cacing ini maka akan mengalirkan sengatan listrik yang besar.

Cerita mengenai Cacing kematian atau Death Worm Mongolia ini telah ada sejak lama di daerah Mongolia dan di ceritakan secara turun menurun oleh para penduduk di Gurun pasir Gobi.

Namun ketika cerita ini di tulis oleh professor Roy Chapman (seorang penjelajah Amerika, petualang, dan seorang naturalis yang juga menjadi direktur Museum Sejarah Alam Amerika) dalam bukunya yang berjudul “On The Trail of Ancient Man” pada tahun 1926, barulah Cacing Kematian ‘Death Worm Mongolia’ ini dikenal dan menjadi perhatian dunia, khususnya oleh masyarakat dunia Barat.

Mengutip apa yang dikatakan oleh Perdana Menteri Mogolia ‘Damdinbadzar’ pada tahun 1922 tentang Allghoi Khorkhoi ini, mengatakan:

“cacing ini berbentuk seperti sosis sepanjang 2 meter, tidak memiliki kepala atau kaki dan sangat beracun. Dengan hanya menyentuhnya, maka akan menyebabkan kematian seketika, ia tinggal di bagian paling sepi di daerah Gurun Gobi…”

Profesor Roy Chapman mengatakan bahwa ia sebenarnya tidak begitu yakin akan keberadaan makhluk ini dan mengatakan bahwa ia mendengar tentang kisah cacing kematian ini pada sebuah pertemuan dengan beberapa pejabat Mongolia:

“Tidak ada dari mereka yang hadir pernah melihat makhluk itu, tetapi mereka semua sangat yakin akan keberadaanya dan menggambarkannya dengan rinci…”.

Lalu makhluk apakah sebenarnya Cacing Kematian ‘Death Worm Mongolia’ ini?

Jika di lihat dari bentuk dan cara makhluk ini membunuh mangsanya maka ada beberapa hewan yang mirip dengan cacing raksasa ini yang oleh para ahli mencoba untuk menggambarkan jenis dari makhluk ini. Namun tidak satupun dari penggambaran hewan-hewan ini yang sama 100% dengan cacing kematian “Death Worm Mongolia” ini.

Berikut adalah hewan-hewan yang dinominasikan sebagai wujud asli dari cacing raksasa Mongolia.

Belut Listrik (electhrophorus electricus)

Belut listrik berbentuk seperti cacing panjang dan telah di teliti oleh sains modern dapat menghasilkan pelepasan muatan listrik yang kuat untuk melumpuhkan dan membunuh mangsanya. Bahkan menurut penelitian yang dilakukan terhadap Belut listrik ini, bahwa hewan ini dapat menghasilkan sengatan listrik mencapai 500-650 Watt.

Belut listrik ini tinggal didasar air yang berlumpur dan keluar ke daratan setiap 10 menit atau lebih untuk menghirup udara sebelum kembali lagi kebawah. Hal ini menunjukkan kesamaan perilakunya dengan Death Worm Mongolia, dimana menurut kepercayaan setempat, bahwa cacing raksasa tersebut suka keluar ke daratan umumnya setelah hujan.

Death worm
www.pinterest.com

Tubuh belut listrik ini mirip seperti baterai. Dimana bagian ekor memiliki muatan positif sementara bagian kepalanya bermuatan negatif. Sehingga ketika bagian tubuh dari belut listrik ini tersentuh maka akan mengalirkan muatan listrik.

Hal ini dapat menjelaskan bagaimana Cacing Kematian ‘Death Worm Mongolia’ dapat menghasilkan kejutan listrik pada tubuhnya, namun belum dapat menjelaskan bagaimana hewan ini dapat mengeluarkan semprotan racun asam.

Spitting Cobra

Untuk metode melumpuhkan mangsa dengan cara menyemprotkan racun kepada korbannya, maka Cacing Kematian ‘Death Worm Mongolia’ ini dapat disamakan dengan hewan Spitting Cobra.

Spitting Cobra merupakan ular berbisa yang dapat menyemprotkan racun yang sangat mematikan sampai dengan jarak 10 meter lebih. Tembakan racun yang dikeluarkan oleh hewan ini langsung mengenai mata dari korbannya.

semubaran cacing kematian Death Worm kematian
tvblogs.nationalgeographic.com

Bentuk tubuh dari Spitting Cobra ini hampir mirip dengan Cacing Kematian atau Death Worm Mongolia dengan warna yang kemerahan. Namun beberapa laporan menunjukkan bahwa penampakan dari Deat Worm Mongolia ini memiliki tubuh yang halus tanpa sisik. Dan bagaimana Deat Morm Mongolia ini dapat mengeluarkan sengatan listrik yang besar adalah hal pembeda anatara cacing raksasa ini dengan Spitting Cobra.

Makhluk Penjaga

Beberapa pendapat mengatakan bahwa Cacing Kematian (Deat Worm Mongolia) sengaja diciptakan melalui dongeng dan kisah-kisah sebagai Makhluk Mistik yang di tugaskan untuk menjaga Gurun Pasir Gobi. Seperti diketahui bahwa Gurun Gobi adalah salah satu gurun pasir terluas di dunia yang mencapai 1.300.000 km persegi. Namun tidak semua gurun ini tertutup pasir tetapi lebih banyak dipenuhi dengan batu-batuan keras.

Teori yang mengatakan bahwa terdapat situs-situs kuno di bahwa gurun pasir Gobi ini, sehingga memunculkan pendapat bahwa Cacing Kematian (Death Worm Mongolia) diciptakan untuk menjaga rahasia peradaban kuno yang hilang dan masih tersembunyi di bawah gurun ini.

Mungkin saja di bawah Gurun Gobi terdapat harta karun, benda-benda bersejarah, mustika, kuburan kuno, terowongan atau goa, bahkan manuskrip surat-surat bersejarah atau bahkan teknologi canggih dari mahluk luar angkasa.

Death Worm
misteri death worm mongolia, gambar dari www.thelivingmoon.com

Apa yang terjadi dengan ekspedisi yang dilakukan oleh dua orang selandia Baru yang jadi pembuka artikel ini ? Mereka pulang dengan membawa banyak cerita mengenai Allghoi Khorkhoi tapi mereka tidak menemui satu pun bukti fisik mengenai cacing itu. Tidak mereka, tidak juga ekspedisi-ekspedisi sebelum mereka.

Berbeda dengan Yeti atau mahluk lain yang bisa ditemui jejak-jejaknya, sampai saat ini belum ada bukti konkrit akan keberadaan Cacing Kematian (Death Worm Mongolia).

Kami pikir, lebih baik kita membatasi diri dengan memberikan label bahwa mahluk ini kemungkinan besar tidak pernah ada.

Previous post

10 Teori Pulau Paskah Yang Menarik

Next post

Legenda Kera Raksasa Bigfoot Yang Selalu Menjadi Misteri