Rahasia Pembuatan Uang Asmak

Uang Asmak merupakan “uang khusus” yang telah diritualkan dengan cara-cara tertentu sebagai sarana untuk menarik rejeki, dikenal juga dengan nama uang magnet.

Uang Asmak ini menggunakan media mata uang yang telah disepakati yang berlaku di sebuah daerah. Sebagai contoh,  tidak bisa menggunakan dollar sebagai media Uang Asmak untuk dipakai di Indonesia.

Uang Asmak ini sangat manjur jika digunakan sebagai penarik uang karena memiliki kelebihan jika dibandingkan media lain, yaitu bentuknya telah spesifik sebagai uang. Jadi yang tertarik oleh Uang Asmak ini lebih khusus kepada rejeki dalam bentuk uang, bukan hanya menarik rejeki secara umum.

Kadang-kadang orang yang datang pun belum tentu membawa rejeki, bisa hanya sekedar datang melihat-lihat. Namun dengan sarana Uang Asmak ini hal utama yang didatangkan  kepada tempat usaha Anda adalah uang. Hal ini dikarenakan gaib yang diikat dalam media Uang Asmak ini sudah sangat spesifik dan mengerti tujuannya yang hanya untuk menarik uang.

Untuk pembuatan Uang Asmak ini ada beberapa jenis uang yang bisa digunakan, dari jenis uang dengan power terkuat hingga yang memiliki power terlemah.

Media uang yang biasa digunakan sebagai Uang Asmak tersebut adalah:

  • Uang Majapahit ( biasa disebut sebagai uang benggol )
  • Uang Soekarno ( uang kuno yang beredar pada jaman pemerintahan Soekarno. )
  • Uang Sekarang ( uang yang beredar saat ini, sebagai mata uang yang sah )

Adapun material uang yang digunakan sebagai Uang Asmak juga beraneka ragam. Mulai dari uang yang terbuat dari emas, perak, kuningan tembaga ataupun uang kertas. Semua jenis materal uang ini bisa digunakan sebagai Uang Asmak.

Lalu mana yang paling bagus dijadikan Uang Asmak?

Dari beberapa jenis material uang tersebut, maka Uang Asmak yang terbuat dari emas lah yang memiliki power atau kekuatan yang paling kuat. Terlebih lagi jika Uang Asmak yang terbuat dari emas tersebut berasal dari jaman Majapahit, maka kekuatannya akan menjadi berlipat.

Hal ini dikarenakan Uang Emas dari jaman Majapahit tersebut jika digunakan sebagai Uang Asmak, maka yang tertarik pada saat pengisian adalah khodam dari jaman Majapahit yang secara spesifik doyan kepada Emas. Lebih lanjut, emas ini adalah lambang kemakmuran dan kejayaan.

uang asmak kuno

Uang Asmak dengan materil Emas dari Jaman Majapahit ini sangat cocok jika digunakan sebagai magnet penarik rejeki untuk tempat-tempat usaha skala besar seperti tempat grosiran, department store, mall, atau tempat usaha lainnya yang memiliki omset 1 – 5 Milyar per bulan.

Lalu yang berikutnya adalah Uang Asmak yang dibuat dengan media uang jaman sekarang. Untuk Uang Asmak dengan mata uang sekarang ini, maka disarankan untuk menggunakan mata uang dengan nominal tertinggi. Hal ini bertujuan agar rejeki yang tertarik akan lebih banyak mengarah pada nominal uang tertinggi tersebut.

Walaupun kekuatan daya tarik Uang Asmak ini tidak terlalu kuat, akan tetapi masih sangat bisa bekerja dengan baik, terutama jika Uang Asmak tersebut digunakan sebagai jimat atau penglaris pada usaha dagang seperti kios, warung atau pun usaha dengan omset jutaan rupiah perbulan hingga maksimal 1 milyar per bulan.

Yang paling lemah kekuatannya jika digunakan sebagai Uang Asmak adalah uang yang terbuat dari jenis logam atau kuningan tembaga. Walaupun tidak dapat bekerja secara maksimal akan tetapi pada prinsipnya penarikan rejeki dengan Uang Asmak ini tetap bisa bekerja. Akan tetapi fungsinya lebih bersifat untuk proteksi.

Penggunaan Uang Asmak ini bukanlah sebagai jimat untuk mendatangkan uang gaib yang dengan secara ajaib akan mendatangkan uang segepok di depan Anda. Namun dengan penggunaan Uang Asmak ini akan menarik dan mendatangkan rezeki dari segala penjuru.

Jika Anda adalah seorang pedagang, maka dagangan Anda akan laris manis diserbu oleh pembeli sehingga rezeki Anda pun akan terus mengalir tanpa henti karena dagangan akan menjadi laku keras. Jika Anda adalah seorang pengusaha, maka dengan bantuan Uang Asmak ini maka usaha Anda akan menjadi cepat berkembang, segala urusan akan menjadi lebih mudah terutama dalam hal pengembangan usaha Anda.

Ada beberapa cara yang bisa digunakan ketika Anda menggunakan Uang Asmak ini sebagai magnet penarik rejeki/uang. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

  1. Jika Anda adalah seorang pedagang, maka Uang Asmak ini dapat Anda taruh atau simpan di dalam laci meja kasir. Hal ini bertujuan agar daya perbowo Uang Asmak ini dapat bekerja secara maksimal untuk menarik rejeki atau uang untuk datang dan memenuhi laci kasir Anda.
  2. Jika Anda seorang pekerja atau karyawan bahkan jika Anda belum memiliki pekerjaan tetap sekalipun, maka Uang Asmak ini dapat langsung Anda bawa sendiri dengan ditaruh di dalam dompet.
    Hal ini untuk mendekatkan rejeki kepada Anda kemanapun Anda pergi. Cara ini juga bisa digunakan jika Anda adalah pemilik usaha agar ketika Anda bertemu klien untuk membicarakan proyek-proyek usaha Anda, maka proses tersebut dapat berjalan dengan lancar.
  3. Jika Uang Asmak ini akan digunakan pada tempat usaha maka Uang Asmak ini harus ditanam di 5 penjuru, dengan rincian : 1 ditanam dibagian tengah, semantara sisanya masing-masing ditanam pada 4 penjuru. Tempat usaha yang dimaksud disini adalah tempat usaha dalam skala besar, seperti misalnya department store, grosiran, atau bahkan kios besar seperti alfamart..

Dalam pembuatan Uang Asmak ini diperlukan sarana pengikat sekaligus sebagai penarik gaib-gaib yang memang memiliki kekuatan khusus dalam mendatangkan rejeki. Pengikat yang digunakan dalam hal ini adalah minyak wangi dengan kualitas murni.

Ada berbagai macam dan jenis minyak wangi ini yang dijual di pasaran. Mulai dari yang harga murah 25 ribu per botol hingga yang sangat mahal bisa mencapai 100 juta per botol.

Tentunya dengan harga yang bervariasi tersebut, maka ketika digunakan sebagai sarana pengikat, yang datang tentunya memilliki level yang berbeda-beda pula. Istilahnya mulai  yang berpangkat jenderal sampai yang berpangkat kopral.

suang kuno uang asmak

Bahkan jika Uang Asmak ini dibuat atau di wiridkan pada tempat-tempat tertentu yang telah terkenal sebagai tempat ritual penarik rejeki, maka yang datang atau tertarik pada minyak yang digunakan bisa jadi adalah level tertinggi yang berada pada tempat tersebut.

Lalu bagaimana proses pembuatan Uang Asmak ini?

Proses pembuatan Uang Asmak ini tentulah tidak gampang, tidak asal comot uang yang ada di dalam dompet lalu dibacakan mantra maka jadilah Uang Asmak. Dalam proses pembuatannya, Uang Asmak ini ada beberapa tahapan ritual yang harus dilakukan yaitu diantaranya:

  1. Puasa
    Puasa adalah hal wajib yang dilakukan oleh praktisi yang akan melakukan pengisian pada Uang Asmak ini. Hal ini agar praktisi yang melakukan pengisian dapat lebih berkonsentrasi dan lebih fokus dalam melakukan pengisian. Tidak lupa pula puasa ini diniatkan untuk mengisi kekuatan penarik rejeki pada Uang Asmak. Puasa ini biasanya dilakukan selama 3 – 7 hari.
  2. Wirid
    Selama melakukan puasa untuk pengisian Uang Asmak ini, maka praktisi juga sekalian melakukan wirid dengan jumlah yang telah ditentukan. Jumlah wirid yang dipakai pada saat ritual ini tidak sama pada tiap orang karena sesuai dengan ajaran masing-masing yang telah diterima atau di ijasahkan.
  3. Pengikatan Gaib
    Selama melakukan wirid maka sebelumnya Uang Asmak ini telah dilumuri atau disemprotkan dengan minyak murni sebagai penarik dan pengikat energi yang akan menjadi kekuatan dalam menarik rejeki nantinya. Selama melakukan wirid makan Uang Asmak yang telah dilumuri minyak ini ditaruh di depan praktisi hingga proses wirid berakhir.
  4. Pengikatan Fisik
    Setelah semua proses selesai maka proses terakhir yang dilakukan oleh praktisi dalam pembuatan Uang Asmak ini adalah dengan pengikatan fisik uang. Beberapa bahan tambahan diperlukan dalam proses ini, seperti misalnya benang berwarna merah dan putih. Pengikatan fisik ini juga mengandung kekuatan dan cara tersendiri, sehingga apabila ikatan ini dibuka oleh orang lain maka kekuatan dari Uang Asmak tersebut dapat berkurang.
  5. Lokasi
    Proses ritual dalam pembuatan Uang Asmak ini terkadang dilakukan pada tempat-tempat keramat atau tempat-tempatpesugihan yang telah terkenal dapat mendatangkan kekayaan atau rejeki dengan cepat, dengan tujuan agar dapat memanfaatkan atau menggunakan kekuatan yang ada di tempat tersebut.

Dengan segala proses dan ritual dalam pembuatan Uang Asmak ini, maka sangat jelas bahwa Uang Asmak ini merupakan sarana penarik rejeki yang sangat pas dan khusus karena memiliki kekuatan yang sangat spesifik sebagai magnet penarik uang.

Perawatan

Pada prinsipnya setiap barang yang dibuat harus terus dipelihara, agar kekuatannya tetap ada dan meningkat. Hal ini bisa dilakukan dengan cara di asapi dengan dupa atau menyan atau dengan diolesi minyak murni secara rutin pada waktu-waktu tertentu. Dengan perawatan secara teratur dan konsisten maka kekuatan dari Uang Asmak ini minimal akan tetap atau bisa jadi semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Previous post

Ternyata Inilah Jenis Santet Yang Masih Banyak Dirahasiakan

Next post

Penglaris Usaha Dagang Menggunakan Minyak Melati