Misteri Raksasa Bigfoot

Sebuah legenda yang berasal dari Amerika menyebutkan kanibal dengan tubuh  seperti seorang pria dengan bulu yang sangat lebat mirip kera dengan ukuran tubuh yang besar seperti raksasa, menjelajahi hutan-hutan besar dan daerah pegunungan, menculik anak-anak ditengah malam, merampok jala-jala ikan salmon para nelayan setempat.

Pada kenyataannya makhluk ini tidak pernah ditemukan secara meyakinkan. Namun mitos dan legenda mengenai makhluk yang menyerupai kera atau gorilla ini  hampir ada pada setiap daerah ataupun kebudayaan.

ilustrasi gambar bulu kera raksasa big foot
frontiers-of-anthropology.blogspot.com

Di Amerika Utara mereka menyebut hewan ini sebagai raksasa Big foot atau Sasquatch. Sementara di Asia, terutama daerah pegunungan Himalaya, makhluk ini dikenal dengan nama Yeti atau manusia salju yang mengerikan. Di Amerika Utara daerah Amazon disebut dengan nama Mapinguari, sedangkan di wilayah Australia dikenal dengan nama Yowie.

Ketertarikan masyarakat Amerika terhadap raksasa Big foot mulai tumbuh sekitar abad ke-20 setelah cerita mengenai makhluk ini di ceritakan dalam sebuah koran local pada waktu itu. Kegilaan akan cerita keberadaan makhluk ini semakin menjadi-jadi pada tahun 1967 ketika dua orang dari California memutar sebuah film documenter pendek yang diduga merupakan penampakan dari raksasa berbulu tersebut.

Film dokumenter mengenai raksasa Big foot tersebut diputar di beberapa bioskop lokal dan  menghiasi halaman utama koran setempat untuk beberapa waktu lamanya.

Hal ini menimbulkan pencarian dan perburuan raksasa  Bigfoot selama berpuluh-puluh tahun lamanya hingga saat ini, dengan hasil yang sia-sia. Bahkan beberapa orang membentuk beberapa tim atau kelompok untuk melakukan pencarian Bigfoot.

foto penampakan big foot di Amerika
www.mountsthelens.com

Walaupun pada akhirnya salah seorang teman dari pembuat film dokumenter pada tahun 1967 tersebut mengakui, bahwa mahkluk yang berada dalam rekaman film tersebut adalah dia yang menyamar menggunakan kostum manusia kera dan berjalan diantara pepohonan didalam hutan, namun teori yang berkembang mengenai raksasa Bigfoot ini terus saja bermunculan.

Mengikuti tren ini, dua orang pada tahun 2008 mengklaim bahwa mereka telah menemukan tubuh dari raksasa Bigfoot. Sebagian besar jaringan berita utama Amerika mencoba untuk menampilkan gambar mayat makhluk tersebut, namun apa yang didapat hanyalah semacam tengkorak yang telah berlubang dengan kaki yang terbuat dari karet.

Ada atau tidak keberadaan dari makhluk ini, yang jelas banyak kebudayaan memiliki cerita tentang makhluk berbulu ini. Ribuan orang mengaku pernah melihat raksasa Bigfoot  atau menemukan jejak kakinya.

Mahluk ini digambarkan memiliki rambut coklat atau hitam berjalan dan berdiri dengan kaki tegak.

Bigfoot sering dilaporkan berbau busuk dan menyengat oleh orang-orang yang mengaku pernah bertemu dengannya. Jejak kakinya berukuran besar dengan panjang sekitar 60 cm dan lebar 20 cm, serta memiliki tinggi kurang lebih 2-3  meter dan berat mencapai 230 kg.

Kebanyakan jejaknya memiliki lima jari namun ada beberapa yang memiliki dua hingga enam jari, dan juga memiliki bekas cakar seperti beruang.

Bukti terbaru yang ditemukan berupa potongan rambut yang dianggap milik rambut Bigfoot di daerah Teslin di Yukon seolah merupakan harapan baru bagi pencari raksasa Bigfoot.

ukuran kaki big foot dibandingkan ukuran kaki manusia dewasa
Ukuran kaki raksasa bigfoot dibandingkan ukuran kaki manusia dewasa, diambil dari www.pinterest.com

Para peneliti dari University of Alberta kemudian menguji DNA dari rambut tersebut untuk mencari tahu siapa pemiliknya. Para peneliti menduga bahwa rambut tersebut adalah milik dari beruang atau bison yang sudah umum terdapat atau berada di daerah pegunungan Yukon.

Sungguh disayangkan, pada akhirnya hasil penelitian atas rambut yang di temukan di Yukon memberi kesimpulan, sampel itu merupakan bagian dari rambut seekor Bison.

Karena kurangnya bukti fisik, Banyak ilmuwan mengabaikan keberadaan Bigfoot dan menganggapnya sebagai  sebuah kekeliruan dan pemberitaan palsu daripada sebagai makhluk hidup .

Namun sekarang, seiring dengan waktu, beberapa ilmuwan mulai berubah pikiran.

Pada tahun 2013, National Geographic mencatat sebuah opini dari ahli forensik profesional Jimmy Chilcutt dari Conroe Police Departement, Texas yang memiliki spesialisasi peneliti jejak kaki dan sidik jari.

Chilcutt sudah meneliti lebih dari 150 jejak kaki bigfoot yang disimpan oleh Meldrum, seorang professor dari Idaho State University.

Chiclcutt melaporkan bahwa sebuah jejak kaki yang ditemukan pada tahun 1987 di Walla Walla, negara bagian Washington membuat dia yakin bahwa Bigfoot adalah nyata.

“Pola alur dan teksur nya benar-benar berbeda dengan apa yang pernah saya liat “, dia berkata. “ Dan pasti bukan manusia atau primata lain yang pernah saya teliti “

ilustrasi seniman dari penampakan big foot
ilustrasi seniman dari penampakan bigfoot

Meldrum, lebih lanjut, menambahkan bahwa blok cetakan seberat 180 kg yang di kenal dengan nama Cetakan Skookum memberikan bukti lebih lanjut mengenai Bigfoot.  Cetakan ini dibuat pada September 2000 dari bekas tinggalan hewan besar yang kelihatannya berbaring kesamping untuk mengambil buah ditepi sebuah lubang yang berlumpur di Taman Nasional Gifford Pinchot di Washington.

Meldrum berkata bahwa cetakan itu menunjukkan tampilan lengan, paha, pantat, tendon Achilles dan tumit. “ Berukuran 40-50 persen lebih besar dibandingkan manusia normal “, Meldrum berkata “ Anatomi nya sama sekali tidak mirip dengan hewan yang dikenal manusia “

Lebih lanjut, seorang peneliti primata terkenal Jane Goodal pada tahun 2012 mengejutkan media dengan bercerita di National Public Radio bahwa dia yakin bahwa primata berukuran besar seperti Raksasa Big foot dan Sasquatch ada.

Disarikan dari :

  1. http://news.nationalgeographic.com/news/2003/10/1023_031023_bigfoot_2.html
  2. http://www.lorencoleman.com/museum.html
Previous post

Cacing Kematian dari Mongolia (Mongolian Death Worm)

Next post

Misteri Monster Nessie dari Danau Loch Ness