Ini adalah lanjutan dari artikel Misteri Dana Revolusi sebelumnya.

“Jika benar dana yang disimpan atas nama Soebandrio itu milik bangsa dan rakyat Indonesia, pastilah Pemerintah Swiss membantu pengembaliannya.” ujar Spinnler.

Dari gonjang-ganjing itu, terkuak informasi bahwa pada 13 Februari 1986, Soebandrio mengirim surat kepada Presiden Soeharto. Dia menjelaskan mengenai simpanannya di Union Bank of Siwtzerland sebanyak US$450 juta, dan di Bank Daiwa Security Company, Tokyo US$250 ribu.

Dia juga mengaku punya simpanan emas batangan di Barclay’s International Bank, London senilai 125 Juta poundsterling, dan di The Guyerzeller Zurmont Bank, Siwss, sebesar US$250 ribu.

Sebagian emas di London itu konon hasil pindahan dari Belanda dan beberapa negara Eropa lainnya, juga berasal dari bantuan negara Nefo (New Emerging Forces) yang mendukung Indonesia mengganyang Malaysia.

Presiden Soeharto menanggapi surat itu dengan membentuk Tim Operasi Teladan yang ditugasi mengembalikan kekayaan harta negara itu. Tim itu diketuai Marsekal Madya Kahardiman, Kepala Tim Pemeriksaaan Pusat Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) dengan anggota antara lain Teuku Mochamad Zahirsjah (Direktur Bank Indonesia) dan Hartono (Sekretaris Menteri Muda Sekretaris Kabinet).

Tim itu diberi batas waktu kerja sampai 31 Oktober 1987, dan bertanggung jawab kepada Menteri Muda Moerdiono.

Pada 24 Januari 1987, utusan pemerintah ini diterima Alistair Robinson, Regional General Manager Barclay’s Internatinal Bank, London. Namun Robinson menjelaskan posisi emas sulit dilacak karena tidak disebutkan dicabang mana Soebandriyo menyimpan emasnya. Di Inggris terdapat sekitar 5 ribu cabang Barclay’s.

Lepas di London, Tim bergerak ke Swiss. Mereka mendatangi Union Bank of Switzerland dan The Guyerzeller Zurmont Bank. Tim ini pada 30 Januari 1987 diterima oleh Erwin Bader, First Vice President, Peter Wall, Vice President, dan para ahli hukum Union Bank.

Ternyata mereka tak bersedia menjawab ada atau tidaknya dana Soebandrio yang disimpan di banknya. Alasannya demi menjaga rahasia perbankan dan nasabahnya.

Di The Guyerzeller Zurmont Bank, Zurich juga sama saja. Robert Zullig, manajer bank itu mengatakan bahwa kecil kemungkinan emas senilai sekitar 125ribu Poundsterling atas nama Soebandrio tersimpan di situ.

Tim pun merasa pesimistis sehingga merasa tak perlu mengajukan gugatan lewat pengadilan seperti yang dianjurkan Union Bank of Sitzerland. Mereka merujuk pengalaman Soebandrio yang pernah gagal mencairkan dana di Union Bank of Switzerland, 27 April 1982.

Waktu itu, terhadap permohonan Soebandrio, bank itu menjawab bahwa kuasa terhadap Soebandrio sudah dihapus sejak 1996.

Lepas dari kegagalan mencairkannya, jawaban Union Bank itu menunjukkan bahwa Soebandrio memang pernah punya rekening di situ. Hanya saja, tak jelas siapa yang mencabut kuasa untuk Soebandrio.

Dana Revolusi Memang Ada

Meski mengalami sejumlah kegagalan, pengumpulan bahan tentang adanya dana revolusi itu tetap berlanjut. Orang yang diperkirakan punya kaitan dengan Dana Revolusi dipanggil oleh Tim Operasi Teladan pada awal April 1987.

Mereka yang di undang diantaranya Soesanto Djojosoegito, Menteri Negara Urusan Chusus Kabinet Dwikora; Husbin Mutahar, mantan pejabat keuangan di Departemen Luar Negeri; Hartono, orang kepercayaan Soebandrio di Departemen Luar Negeri waktu itu; dan Habir, mantan kepala Bagian Ekonomi atau Kepala Kabinet Dwikora; dan Mulyadi Milono, bendaharawan Badan Pusat Intelijen (BPI).

Pemeriksaaan dilangsungkan di Bank Indonesia, di ruang Teuku Mochamad Zahirsjah.

Hasilnya, Soesanto mengatakan tak tahu menahu adanya uang pemerintah di Swiss, Jepang, atau bahkan pemindahan emas besar-besaran dari Belanda ke Inggris. Bugi mengaku hanya bertugas mengumpulkan dana dari masyarakat.

Mutahar mengaku tahu ada duit US$250 ribu di The Guyerzeller Zurmont Bank, Swiss. Mutahar juga tahu adanya instruksi untuk Hartono, orang kepercayaan Soebandrio, agar menyimpan duit US$250 ribu di Bank Daiwa Securities Company, Tokyo.

Makin penasaran ? Yuk kupas lebih dalam lagi di artikel Misteri Dana Revolusi selanjutnya.

Previous post

Misteri Dana Revolusi Yang Tak Tersentuh Bag 1

Next post

Misteri Dana Revolusi Yang Tak Tersentuh Bag 3