Artikel ini adalah lanjutan dari Misteri Dana Revolusi 1 dan juga Misteri Dana Revolusi 2.
Jika anda belum sempat membaca artikel sebelumnya, silahkan klik link di atas untuk menuju pada artikel Dana Revolusi sebelumnya.


Dana tersebut akan digunakan untuk penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika tahun 1965, tapi gagal. Sisanya diberikan kepada Tim Pemeriksa yakni Kolonel Her Tasning, Kolonel Harsono, dan Mayor Sudharmono.

Sementara itu Mulyadi Milono dalam pemeriksaan tersebut mengaku menerima dana US$ 500 ribu. Sekitar US$ 300 ribu dari jumlah itu dia habiskan untuk membiayai pendidikan dan membeli peralatan intelijen.

Sisanya, US$ 200 ribu dia serahkan kepada tim pemeriksa pimpinan kolonel Her Tasning. Sedangkan Hartono mengaku menyimpan uang masing-masing US$ 250 ribu di Bank Guyerzeller Zurmont, dan Bank Daiwa Securities.

Menurut Hartono, Soebandrio -dalam satus tahanan- menandatangani surat kuasa kepada Kolonel Her Tasning untuk mengambil uang di kedua Bank tersebut.

Lalu dimana Dana Revolusi yang desibut-sebut mencapai ratujan juta dollar itu? Ini tak terlacak dalam pemerintahan tersebut. Sementara Bank Indonesia sendiri kepada Tim Opersional Teladan menjelaskan bahwa saldo Dana Revolusi yang masih tersisa di Bank Indonesia adalah Rp. 1.503.983.

Juga ada yang berupa mata uang asing sebesar US$ 553 ribu. Ini merupakan rekening tidur, yang bertahun-tahun tak ada transaksi. Dana itu sudah diserahkan ke rekening bendaharawan umum negara.

Selain Tim Operasional Teladan, ternyata ada pula Tim Operasional Khusus (Opsus) yang dipimpin Letnan Jenderal Ali Moertopo. Untuk melancarkan langkahnya, Ali meminta bantuan Des Alwi, tokoh yang dikenal sebagai pemburu benda bersejarah Indonesia di luar negeri. Kepada Des Alwi, Ali meminta tolong untuk mengecek dana tersebut di luar negeri.

Saat diwawancarai oleh sebuah majalah berita, Des Alwi mengaku berhasil menyelamatkan sekitar US$ 2 juta. Menurutnya, uang itu adalah sisa barter ekspor Indonesia ke Malaysia dan Singapura. Oleh Des Alwi, uang itu dimasukkan ke Bank Indonesia di Hongkong.

Selain itu, pada 1973 Des Alwi juga berhasil melacak USD$100ribu dari Bank Arab di Paris. Tapi, kata Des Alwi, uang itu hangus dibawa mati oleh pimpinan cabang bank tersebut di Amerika Selatan.

Kepada Dani Hamdani dari majalah Gatra, Des mengatakan bahwa direktur bank itu, Belgas, melarikan uang bank yang dipimpinnya ke sebuah negara di Amerika Latin dan dia meninggal di sana.

“Bank itu jarang disebut orang sebab bank itu sendiri sudah bangkrut”, papar Des.

Berbagai Upaya Pencarian

Amin Arjoso bukanlah orang pertama yang berupaya menyairkan dana revolusi. Sebelumnya Musa bin Mohammad Kasdi, pengusaha Malaysia telah mengusahakannya, Musa mendapat informasi tentang Dana Revolusi yang masih tersimpan di bank atas nama Soebandrio dari pergaulannya dengan kalangan atas Jakarta.

Pada 27 Februari 1981, diam-diam dia menemui Soebandrio untuk merundingkan upaya pencairan dana itu. Untuk mengikat agar Soebadrio tak melakukan kerjasama dengan pihak lain, Musa mengeluarkan duit US$10 ribu untuk Soebandrio.

Dalam memuluskan usahanya, Musa mengajak Jeffrey Leong, juga warga negara Malaysia, sebagai penyandang dana operasi. Namun sebelum mengalirkan duit, pada tanggal 8 dan 9 April 1981 Leong menemui Soebandrio untuk menjajaki kelayakan pencairan dana itu.

Hasilnya, Leong menilai, Soebandrio tak memiliki cukup bukti tentang Dana Revolusi yang masih tersimpan. Baik lokasi bank maupun nomor rekeningnya, Soebandrio sudah tak ingat,

Leong mundur, tapi Musa jalan terus. Pada pertemuan itu, Soebandrio memberi surat kuasa kepada Musa untuk membuka sebuah rekening bersama atas nama Soebandrio dan Kusdyantinah, istri kedua Soebandrio.

Surat itu memberi kuasa kepada Musa untuk melacak keberadaan dana dan memindahkannya ke rekening tersbut. Untuk menguatkan, Musa juga diberikan copy salinan surat nikah Soebandrio – Kusdyantinah.

Berbekal surat itu Musa kembali ke Malaysia dan mencari penyandang dana baru. Ia menemukan Tan Teck Hoon dan Tan Siang Hock, dua pengusaha kaya yang bersedia untuk itu.

Berhasilkah Musa dan kedua Tan bersaudara untuk mencairkan dan menguak Misteri Dana Revolusi ini?
Jangan lewatkan untuk membaca seri penutup dari Misteri Dana Revolusi ini di artikel selanjutnya.

Previous post

Misteri Dana Revolusi Yang Tak Tersentuh Bag 2

Next post

Misteri Dana Revolusi Yang Tak Tersentuh - End