Manusia Raksasa Dari Bengawan Solo

Hasil penelitian dari para ilmuwan dalam dan luar negeri yang menunjukkan fosil manusai purba Indonesia membuktikan bahwa di negeri ini memang telah ada peradaban masa lampau. Keyakinan beberapa peneliti asing yang menganggap bahwa manusia purba umumnya tinggal di iklim tropis semakin mempertegas bahwa Indonesia banyak menyumbang ilmu pengetahuan, terutama ilmu arkeologi dan antropologi.

Penelitian tentang manusia purba pertama kali dilakukan oleh Eugena Dubois, ahli paleoantropologi dan ahli geologi Belanda yang menyusuri sungai-sungai dan gua-gua di pulau Sumatra sekitar tahun 1887 dan 1895.

Ia mulai singgah di tanah Jawa sekitar tahun 1891, tepatnya di Trinil, Ngawi, pinggiran Bengawan Solo, Jawa Tengah. Beberapa fosil kemudian ditemukan dan langsung mengklarifikasikannya sebagai Pithecanthropus Erectus (manusia kera yang berdiri tegak). Ia menemukan tulang paha, tengkorak, dan beberapa gigi yang ditemukan terpisah.

Homo erectus Solo

Temuan lebih lengkap kemudian dilakukan oleh G.H.R Van Koeningswald di desa Sangiran, masih sekitar Bengawan Solo. Selain menemukan bentuk kepala tengkorak yang hampir sama dengan temuan Dubois, Koeningswald juga menemukan beberapa tulang rahang, fosil peralatan dari tulang, dan fosil tempat tidur.

Penelitian yang dilakukan antara tahun 1936 dan 1941 ini cukup mencengangkan ilmu pengetahuan, karena kesimpulannya menyebutkan bahwa ada manusia raksasa di tanah jawa yang telah hidup di zaman Palaeolithikum atau zaman batu tua.

Fosil yang ditemukan Van Koeningswald kemudian diklarifikasikan sebagai Meganthropus Palaeojavanicus atau kalangan ilmiah populer menyebutnya Homo Erectus. Manusia purba ini hidup sekitar 1,3 sampai 1,8 juta tahun yang lalu.

Diperkirakan berasal daru Afrika dan menyebar ke seluruh dunia pada zaman Pleistosen, salah satu masa periode Neogen dalam arkeologi.

Homo Erectus ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki tulang pipi yang tebal
  2. Memiliki otot kunyah y ang kuat
  3. Memiliki tonjolan kening yang mencolok
  4. Tidak memiliki dagu
  5. Memiliki tonjolan belakang yang tajamj
  6. Memiliki perawakan yang tegap
  7. Memakan jenis tumbuhan busuk

Dua penemuan penting disekitar Bengawan Solo di atas, jelas menambah catatan sejarah bahwa peradaban manusia tak pernah bisa lepas dari sungai besar. Sungai Gangga selalu menjadi obyek menarik tentang catatan sejarah panjang bangsa India, Sungai Mekong juga tak kalah hebat dalam melahirkan Kekaisaran Khmer.

Begitu juga sungai Nil di Mesir dengan Firaun dan piramida Gizanya. Jangan lupakan sungai Tigris dan Sungai Eufrat yang melahirkan bangsa Persia dan Kesultanan Islam Baghdad. Sedangkan Bengawan Solo sendiri pernah berdiri kerajaan Pajang yang menjadi cikal bakal Mataram, Surakarta, dan Jogjakarta.

Namun yang masih menjadi perdebatan hingga kini dengan adanya manusia raksasa di Solo ialah peradaban dan manusia modern pertama bisa saja ada di Jawa atau daratan Asia.

Benarkah demikian ? Mungkin hal ini akan ditentang oleh para penganut teori evolusi Darwin yang mengatakan bahwa manusia modern pertama ada di Afrika.

Previous post

Dejavu, Misteri Ilmu Saraf Yang Belum Terpecahkan

Next post

Penemuan Harta Karun Ratusan Triliun di Kuil India