Upaya Untuk Mengungkap Misteri Stonehenge

Misteri Stonehenge yang terletak di sebelah utara kota Salisbury Inggris ini telah banyak membuat para ahli Arkeologi dunia melakukan berbagai macam penelitian guna untuk mendapatkan fakta tersembunyi di balik pembangunan nya.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa monumen ini telah berevolusi selama 11.000 tahun. Struktur monument yang kita kenal saat ini dengan nama “Stonehenge”, dibangun sekitar 5000 – 4000 tahun yang lalu dengan bentuk sebuah bangunan lebih besar dari bangunan lainnya dan berada dalam suatu daerah yang dianggap  “suci”.

Bagaimana Penelitian Dilakukan?

stonehenge misteri
Kegiatan para ahli untuk mengungkap misteri stonehenge, gambar dari  www.dailymail.co.uk

Penelitian yang dilakukan oleh IBM Universal dan Tata  Ruang Pusat dari  Uninersitas Birmingham dengan menggunakan berbagai teknologi canggih seperti radar tanah dan juga magnetometer, telah menghasilkan begitu banyak data penting untuk  menguak misteri Stonehenge  ini. Penelitian ini juga menguak kisah  bagaimana pembangunan ‘Stonehenge’ dan ‘Dataran Suci’ tempat dari  situs  ini berada, menjadi sebuah  temuan Arkeologi baru.

Sementara beberapa  temuan dari penelitian lainnya, mendapatkan temuan baru berupa bukti bekas-bekas berburu dan pembuatan jalan baru. Ketika temuan lama dan temuan baru tentang misteri stonehenge oleh para ahli arkeologi ini digabungkan, maka dapat diketahui bahwa  Stonehenge ini berada dalam kawasan daerah yang bersifat “suci” dan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

Jadi Mengapa Stonehenge  ini Dibangun?

Tim Peneliti, beranggotakan Ilmuwan dari lima Universitas di Inggris mengatakan, bahwa monument Stonehenge melambangkan penyatuan pada Zaman Batu di Inggris, dimana selama berabad-abad telah terbelah menjadi bagian Barat dan Timur. Batu-batu yang dianggap mewakili beberapa  suku berbeda, dibawa bersama-sama dalam lingkaran konsentris untuk memperingati perdamaian.

Pembangunan Stonehenge  bertepatan dengan pengembangan “budaya pulau luar”, dimana masyarakat yang sebelumnya terisolasi dan terpencil mulai membuat bangunan yang serupa, tembikar dan alat-alat lainnya.

misteri stonehenge
monumen situs stonehenge

Peneliti lain,  Profesor Tim Darvill dari Bournemouth University dan Profesor Geoffrey Wainwright dari Society of Antiquaries London mengatakan bahwa Stonehenge mungkin telah digunakan sebagai sebuah “tempat penyembuhan”.

Penggalian kuburan di daerah sekitar Stonehenge menunjukkan bahwa misteri stonehenge tentang sisa-sisa orang dikuburkan di sana menampakkan tanda-tanda penyakit serius atau cedera. Pengujian juga menunjukkan bahwa sekitar setengah dari orang-orang datang dari luar daerah Stonehenge. “Orang-orang dalam keadaan tertekan, jika saya bisa boleh mengatakan sepertu itu, ketika mereka datang ke monumen Stonehenge,” kata Darvill.

Bukti mengenai misteri stonehenge ini bagaimanapun, tidak mengesampingkan kegunaan lain dari situs Stonehenge. “Itu bisa saja sebuah kuil, bahkan bisa saja menjadi pusat penyembuhan,” kata Darvill. “Sama seperti Lourdes, misalnya, masih menjadi pusat agama.”

Dan untuk mereka semua para ahli yang telah melakukan begitu banyak penelitian dengan berbagai macam metode dan teori mengenai misteri stonehenge ini, akan sangat adil untuk dikatakan bahwa hasil dari penelitian tersebut, menunjukkan situs Stonehenge sangat mungkin memiliki tujuan yang sama seperti situs kuno lainnya yang selalu mempunyai  kaitan dengan peristiwa astronomi besar.

Namun misteri Stonehenge memiliki keunikan tersendiri, diantara semua situs batu kuno lainnya dinggris. Kecanggihannya melampaui lingkaran batu sederhana yang di temukan di tempat lain.

Previous post

Stonehenge: Monumen Misterius Dari Inggris Selatan

Next post

5 Teori Menjelaskan Misteri Stonehenge