Monumen Misterius Itu Bernama Stonehenge

Stonehenge adalah monumen misterius batu besar prasejarah yang berada di daerah Salisbury, Inggris Selatan. Setiap orang akan dibuat terkesiap hanya dengan melihat struktur dari monument bersejarah ini. Berjalan-jalan disekitar monument akan menimbulkan perasaan aneh yang begitu besar.

Seolah-olah mengejek siapa saja yang datang dengan ragam misterinya dan mengatakan bahwa tempat ini adalah tempat yang sangat penting.

www.zmescience.com
www.zmescience.com

Begitu banyak teori dan spekulasi liar yang berkembang hanya demi untuk mengungkap misteri dan fakta dari monumen misterius bersejarah ini. Ribuan orang setiap tahun datang untuk mengunjungi tempat ini, mencari tahu tujuan dari pembangunan batu-batu raksasa ini.

Selama lebih dari 5000 tahun batu-batu raksasa ini tetap berdiri kokoh di atas Bumi.

Walaupun  telah digali, diukur, dan disurvei oleh banyak ahli. Namun monument ini tetaplah menjadi salah satu misteri terbesar yang belum dapat dijelaskan didunia hingga hari ini.

Konstruksi  Monumen

Sekitar 3500 SM orang-orang semi-nomaden yang yang  menghuni dataran tinggi Salisbury mulai membangun monumen misterius yang sekarang dikenal sebagai Stonehenge. Konstruksi asli dari situs ini adalah parit melingkar dan gundukan dengan 56 lubang membentuk sebuah cincin di sekeliling nya dengan pola berbentuk seperti tapal kuda.

www.britannica.com
www.britannica.com

Ada sebuah batu besar yang berada di  luar lingkaran situs monumen misterius batu  bersejarah ini, jauhnya sekitar 200 kaki dari pintu monumen. Batu besar ini di kenal dengan nama “Heel Stone”, merupakan batu  pertama yang diletakkan di  sekitar monumen misterius situs Stonehenge ini.

Setelah itu, 200 tahun kemudian monumen misterius batu-batu raksasa ini mulai di bangun. Ada sekitar 80 buah blok batu yang diangkut dari sebuah penambangan yang jauhnya sekitar 250km.

Tambang ini berada di daerah Wales tepatnya di daerah Pegunungan Prescelly.

www.bbc.com
www.bbc.com

Diantara batu-batu yang ada di monumen misterius Stonehenge ini, batu yang paling besar di namakan batu “Sarsen” dengan tinggi mencapai 9 meter dan berat sekitar 25 ton. Batu yang sangat besar ini di angkut dari daerah Marlborough Down yang berjarak sekitar 32km di sebelah utara.

Sementara untuk batu-batu lainnya yang berukuran kecil dinamakan “bluestone” karena memiliki warna kebiruan ketika batu ini dalam keadaan basah. Beberapa batu besar juga mempunyai palang yang menghubungkan mereka.

Stonehenge
www.aedesars.com

Bila dicermati, pada zamannya monument misterius ini mempunyai semacam cincin dibagian atas ataupun bagian bawah.

Tentu kita tak habis pikir bagaimana batu-batu yang sangat besar dan berat ini dapat diangkut dari jarak yang begitu jauh oleh orang-orang primitif pada zaman dahulu, tentunya dengan alat-alat yang sangat sederhana. Dan mungkin akan memakan waktu yang sangat lama hanya untuk mengangkut sebuah batu.

Siapa dan Bagaimana

Kita tahu tidak ada catatan tentang siapa yang membangun monumen misterius batu raksasa Stonehenge ini dan mengapa monumen misterius ini dibangun. Hal ini adalah sebuah misteri dan tanda tanya besar bagi para ahli dan menjadi daya tarik untuk tetap meneliti keberadaan situs ini.

www.salisburymuseum.org.uk
www.salisburymuseum.org.uk

Sebuah teori populer pada abad ke-19 menyebutkan  bahwa Druid, orang-orang yang ada di Inggris sebelum penaklukan Romawi, telah membangun tempat ini sebagai kuil.

Namun sebuah teknik arkeologi modern telah mendata dan meneliti monumen misterius situs Stonehenge ini dan kita sekarang tahu bahwa pembangunan situs ini setidaknya dilakukan 1.000 tahun sebelum Druid berkuasa.

Beberapa penelitian menemukan bukti bahwa aktivitas di monumen misterius Stonehenge ini telah berlangsung sejak 5500 tahun yang lalu atau sekitar 3500SM. Sekitar 2100SM beberapa batu mulai didirikan di  lokasi ini.

Situs ini pada mulanya terdiri daribatu-batu kecil atau yang biasa disebut ‘bluestone’,  kemudian dilanjutkan dengan penambahan batu-batu yang  lebih besar (Sarsen). Selama periode ini  pembangunan situs mengalami beberapa perubahan, terdapat bukti bahwa beberapa batu didirikan kemudian dibongkar lagi.

Pembangunan yang berulang-ulang dengan batu-batu yang begitu besar  dan berat serta diangkut dari tempat yang sangat jauh tentu menimbulkan pertanyaan bagi kita bagaimana cara  mereka melakukan hal tersebut.

ilustrasi pembangunan stonehenge
sebuah teori tentang bagaimana batu-batu raksasa di monumen stonehenge ini didirikan, gambar www.gettyimages.com

www.gettyimages.com

Pada tahun 1136, Geoffrey of Mammoth dalam bukunya History of the Kings of Britain menyebutkan bahwa pergerakan batu-batu besar dilakukan melalui keajaiban Merlin sang penyihir.

Namun pastinya yang lebih memungkinkan adalah bahwa mereka memindahkan batu-batu tersebut dengan cara menyeret menggunakan kereta kayu.

Namun sebelum dapat memindahkan batu-batu tersebut ada hal penting yang harus dilakukan terlebih dahulu yaitu membersihkan jalan yang merupakan hutan yang sangat  lebat.

Tentu bukanlah hal yang mudah bagi mereka yang hidup sehari-harinya hanya untuk bertahan hidup.

Beberapa ilmuwan membuat teori untuk mengungkap misteri bagaimana batu-batu itu dipindahkan dengan mengaitkannya pada zaman geltser es terakhir, dimana menurut mereka bahwa ‘bluestone’ lebih dekat dengan situs Stonehenge sehingga mereka tidak perlu memindahkan sepanjang jalan Wales, tapi menggunakan transportasi air dengan menggunakan rakit.

Tujuan Dibangun

Tidak ada yang tahu mengapa orang-orang pada jaman tersebut membangun monumen misterius Stonehenge, tapi  tampaknya dibangun dengan tujuan untuk  menentukan datangnya musim panas dan musim dingin.

Pada tahun 1960 astronom Gerald Hawkins menggunakan komputer untuk memberikan bukti nyata pertama bahwa Stonehenge digunakan sebagai perangkat untuk mengamati langit.

monumen misterius stonehenge
penggambaran situs stonehenge yang digunakan sebagai observatorium, gambar dari www.tivas.org.uk

Ia menemukan bahwa penempatan batu kunci berbaris tepat dengan peristiwa tertentu seperti Soltices ( puncak musim dingin dan musim panas )dan Equinoxes ( Saat ketika matahari melewati garis khatulistiwa).

Ia mengklaim bahwa monumen misterius Stonehenge bahkan bisa digunakan sebagai komputer untuk memprediksi gerhana dan melacak benda-benda langit.

Sementara itu Arkeolog Clive Waddington telah menyarankan bahwa situs awal, parit sederhana dengan gundukan sekitarnya, mungkin merupakan kandang makanan untuk ternak. Sisa-sisa pagar dan gerbang ditemukan di Coupland Henge, yang lebih dari 800 tahun lebih tua dari Stonehenge itu sendiri, hal ini mendukung  gagasannya.

Waddington berpikir bahwa ketika ternak dipindahkan ke kandang selama musim-musim tertentu, dilakukanlah ritual di tempat ini. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan tempat ini sebagai observatorium astronomi mungkin merupakan fungsi tambahan.

Meskipun mereka tampaknya tidak memiliki bahasa tertulis dan tidak meninggalkan catatan catatan untuk kita. Tetapi kita bisa mengatakan satu hal tentang situs Stonehenge ini, berdasarkan penggalian arkeologi di lokasi. Hampir tidak ada “sampah”.

Sejumlah potongan batu api, bagian dari tanduk binatang atau kampak telah ditemukan, namun sangat sedikit barang yang biasa kita lihat sebagai  sampah di tempat rumah yang  biasa di buang oleh manusia purba ditemukan disini.

monumen misterius stonehenge
Sebuah penggambaran kegiatan masyarakat disekitar monumen stonehenge, www.dailymail.co.uk

Hal ini menyebabkan beberapa arkeolog menyimpulkan bahwa monumen misterius Stonehenge adalah “tanah suci,” seperti gereja. Sebagai salah satu ilmuwan memasukkannya Stonehenge adalah “tempat khusus di mana Anda jelas tidak boleh  membuang   sampah.”

Salah satu teori baru tentang monumen misterus Stonehenge, dirilis pada tahun 2012 oleh anggota Proyek Stonehenge Riverside, menyatakan bahwa Stonehenge menandai “penyatuan Inggris,” titik ketika orang di seluruh pulau datang bekerja sama berasimilasi dan pada akhirnya berakibat mereka menggunakan gaya yang sama untuk rumah, tembikar dan barang-barang lainnya.

Jadi apakah Stonehenge dibangun sebagai pusat agama yang suci, sebagai alat observatorium, atau simbol persatuan Inggris? Atau memang semua itu? Para ilmuwan mungkin tidak akan pernah dapat mengatakannya dengan pasti.

Previous post

There is no more story.

Next post

Para ahli Mengungkap misteri Stonehenge