Sumpah Pocong

Sumpah pocong adalah sebuah sumpah atau proses perjanjian secara adat melalui kepercayaan islam yang dilakukan dan di percaya oleh masyarakat setempat mempunyai tuah atau kebenaran untuk membuktikan siapa yang salah.

Orang yang melakukan sumpah pocong ini harus dalam keadaan terbalut kain kafan seperti halnya orang yang sudah meninggal (pocong).

proses sumpah pocong
proses pelaksanaan sumpah pocong, gambar diambil dari internet.

Sumpah ini merupakan tradisi dan kepercayaan lokal yang masih kental menerapkan norma-norma adat. Sumpah ini dilakukan untuk membuktikan suatu tuduhan atau kasus yang sedikit atau bahkan tidak memiliki bukti sama sekali.

Adapun proses pelaksanaan sumpah ini adalah dengan menggunakan kain kafan bagi mereka atau siapa saja yang hendak melakukan ritual sumpah pocong ini. Cara-cara yang dilakukan yaitu meliputi bagaimana cara-cara yang biasa di pakai umat muslim dalam hal mengurusi jenazah.

Kenapa harus seperti pocong..??

Pocong dalam artian secara harfiahnya adalah kematian yang sebenarnya.

Sehingga siapapun yg bersumpah dengan cara di kafankan atau di pocong layaknya orang yang sudah meninggal, maka jika orang yang melakukan sumpah ini berbohong akan terkena dampak atau tuah dari sumpah pocong ini.

sumpah pocong
sumpah pocong disaksikan oleh beberapa pihak, foto dari internet.

Dampak dari orang yang telah melakukan sumpah ini tergantung dari kesalahan orang yang melakukan sumpah tersebut, dan bagi siapapun yang melakukan sumpah pocong ini ternyata berbohong maka akibatnya orang tersebut akan terkena penyakit atau bahkan kematian.

Walaupun bentuk dari sumpah pocong ini tidak di atur di dalam peraturan Hukum Perdata dan Hukum Acara Perdata, namun dalam sistem pengadilan Indonesia sumpah pocong ini biasa di jadikan sebagai alat pembuktian terakhir oleh para hakim untuk menyelesaikan kasus-kasus yang mempunyai alat bukti yang lemah ataupun tidak mempunyai alat bukti sama sekali.

Sumpah ada dua macam yaitu Sumpah Suppletoir dan Sumpah Decisoir. Sumpah Supletoir atau sumpah tambahan dilakukan apabila sudah ada bukti permulaan tapi belum bisa meyakinkan kebenaran fakta, karenanya perlu ditambah sumpah.

Dalam keadaan tanpa bukti sama sekali, hakim akan memberikan sumpah decisoir atau sumpah pemutus yang sifatnya tuntas, menyelesaikan perkara.

Dengan menggunakan alat sumpah decisoir, putusan hakim akan semata-mata tergantung kepada bunyi sumpah dan keberanian pengucap sumpah. Agar memperoleh kebenaran yang hakiki, karena keputusan berdasarkan semata-mata pada bunyi sumpah, maka sumpah itu dikaitkan dengan sumpah pocong.

Sumpah pocong dilakukan untuk memberikan dorongan psikologis pada pengucap sumpah untuk tidak berdusta.

Bagaimana Proses Sumpah Dilaksanakan??

Sebuah sumpah adalah perkataan atau perjanjian yang diucapkan antara pemangku sumpah dan berkaitan langsung dengan Tuhan Yang Maha Esa. Maka pelaksanaan sumpah pocong ini di lakukan di depan mimbar rumah ibadah.

Biasanya proses pelaksanaan sumpah pocong ini di wakili oleh amil ataupun kyai yang biasa dituakan pada daerah tersebut.

Setelah di tentukan waktu pelaksanaannya, pelaku sumpah akan di bawa ke rumah ibadah tempat akan dilangsungkannya proses sumpah tersebut. Si pengambil sumpah terlebih dahulu akan di mandikan bersih, kemudian membaca doa doa tertentu dan ada juga yang melakukan sholat sunnah dua rokaat dengan niat lillahi ta’ala.

Dihadapan seorang kyai dan dikelilingi para saksi yang terdiri atas semua majelis, panitera, pembela, para ulama, ia pun mulai melakukan ritual sumpah di bawah al quran sambil di selimuti kain kafan yang bagian ujungnya di ikat seperti pocong.

sumpah pocong
proses pengambilan sumpah

Sumpah yang di  ucapkan adalah sumpah hasil rumusan hakim yang isinya membenarkan gugatan ataupun melakukan sangkalan terhadap kasus yang sedang dihadapi nya.

Setelah selesai upacara, maka akan di buatkan berita acara oleh panitera pengadilan, majelis, serta hakim yang menyaksikan untuk menjelaskan tentang segala sesuatu yang terjadi pada saat upacara sumpah tersebut.

Berita acara proses pengambilan sumpah inilah yang nantinya akan  menjadi pembuktian serta kekuatan terakhir bagi hakim untuk mengambil putusan permasalahan yang berkaitan dengan si pengambil sumpah.

Sementara itu di luar konteks pengadilan (atau di daerah-daerah), sumpah pocong yang biasa dilakukan adalah jurus terampuh yang biasa di ambil bagi mereka yang di fitnah namun mereka tidak mampu membuktikan kebenaran nya karena tidak memiliki alat bukti yang kuat untuk membela diri. Sehingga mereka melakukan sumpah ini sebagai pembelaan terakhir untuk membela diri.

Dengan melakukan sumpah pocong ini, maka bagi mereka yang berani adalah mereka yang menang.

 

 

Previous post

Misteri Monster Nessie dari Danau Loch Ness

Next post

Illuminati : Membentuk Tatanan Dunia Baru