Konspirasi Balas Dendam Freemason

Freemason adalah sebuah organisasi Yahudi yang menjadi otak dari setiap kejadian di sejarah dunia. Organisasi ini bermula dari Ordo Zion atau Ksatria Templar yang melarikan diri ke Skotlandia, Portugal, dan Spanyol dari kejaran Raja Prancis. Philipe le Bel atau Philipe IV dan Paus Clement V. Demi keamanan, mereka mengganti nama organisasi dan pribadi mereka menjadi freemason.

Ordo Zion didirikan pada 1099 oleh Gordon de Baoullion, bertepatan dengan jatuhnya Yerusalem dari kaum Muslimin ketangan Pasukan Salib di bawah komando Godfroi. Markas induk ordo ini adalah sebuah gereja khusus di Yerusalem bernama Abbey of Notre Dame du Mount de Zion.

Gereja ini terletak di sebuah bukit di selatan Yerusalem yang bernama Gunung Zion. Gunung tersebut dipercayai sebagai tempat tinggal dan tempat peribadatan Nabi Daud yang kemudian dikenal dengan nama Bandar Daud. Kaum Yahudi mempercayai di bukit itulah Yesus Kristus berdiam.

Abbey of Notre Dame du Mount de Zion
Abbey of Notre Dame du Mount de Zion

Menurut catatan sejarah, setelah mengambiol alih Yerusalem, kaum Ordo Zion mendudukkan adik kandung Godfroi de Bouillon sebagai raja dengan gelar Baldwin I. Dengan pengawalan Pasukan Salib yang perkasa, yang terkenal dengan sebutan Ksatria Templar, Baldwin I memerintah Yerusalem dengan aturan-aturan baru.

Di masa kekuasaan Baldwin, para Ksatria Templar mendirikan sebuah lembaga penitipan barang berharga yang diperuntukkan bagi kaum Kristiani yang hendak berziarah ke Yerusalem. Jadi, ketika hendak masuk ke Yerusalem, oleh para Ksatria Templar para peziarah disarankan untuk menitipkan barang berharga mereka di sebuah lembaga bernama Usury.

pasukan templar yerusalem

Dengan menitipkan barang di tempat yang diajaga ketat selama 24 jam itu, para peziarah dapat menjalankan hajatnya dengan khusyuk tanpa khawatir akan kehilangan barang-barang berharga mereka.

Tentu para peziarah harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk jasa pengamanan tersebut. Cara inilah yang kemudian diadipsi oleh bank-bank modern menjadi treasury atau tempat penyimpanan benda-benda berharga.

Ksatria Templar juga menyodori para peziarah Kristiani selembar kertas promis yang berisi kode-kode rumit. Setiba di Yerusalem kertas tersebut dapat di tukar dengan uang tunia di lembaga keuangan Templar setempat. Inilah cikal bakal sistem cek tunai yang kita kenal sekarang.

Setelah seabad lebih berkuasa, tanpa dinyana kejayaan pasukan Salib di Yerusalem rontok oleh gempuran pasukan Muslimin. Pada 4 Juli 1187, kaum Muslimin di bawah komando Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil membuat kocar-kacir Ksatria Templar dan mengambil alih Yerusalem.

Ksatria Templar juga menyodori para peziarah Kristiani selembar kertas promis yang berisi kode-kode rumit. Setiba di Yerusalem kertas tersebut dapat di tukar dengan uang tunia di lembaga keuangan Templar setempat. Inilah cikal bakal sistem cek tunai yang kita kenal sekarang.

Dalam kondisi yang sangat rumit pasca kekalahan itu, Ordo Zion dan Ksatria Templar pun bercerai. Setahun setelah kejatuhan merteka, Ordo Zion melepaskan segala tanggung jawab dan memutuskan hubungan dalam segala bentuknya dengan Ksatria Templar.

Perpecahan tersebut diperingati dengan upacara ritual yang dinamakan dengan Penebangan Pohon Elm. Untuk mempertegas perpecahan itu, Ordo Zion mengubah nama menjadi Biarawan Zion dan memiliki Grand Master sendiri.

Namun, meski telah berpisah secara resmi, diam-diam mereka tetrapberhubunganbahkan melakukan kerjasama gerakan bawah tanah. Tupanya keyakinan Kabbalah-lah yang tetap mempersatukan mereka.

Kabbalah adalah ajaran yang menyembah dewa-dewi yang konon diciptakan oleh para Pendeta Amon yakni sekumpulan penyihir Mesir kuno yang menjadi penasehat raja Fir’aun. Para Pendeta Amon inilah yang menghasut Fir’aun untuk memusuhi Nabi Musa ‘alaihissalam dan menghancurkan risalah yang dibawanya.

Gerakan bawah tanah Biarawan Zion dan Ksatria Templar ini perlahan-lahan meluas dan menjadikan para Templar orang-orang kaya dan berkuasa. Hal ini membuar Raja Prancis Philipe IV terusik. Dia mengutus Von Nugari untuk menyampaikan permintaan kepada Paus Clement V guna membantu menghancurkan para Templar.

Paus Clement V yang berhutang budi pada Philipe IV, setuju. Dia mengeluarkan surat perintah penangkapan para Ksatria Templar lewat vonis inquisition bahwa para Templar telah melakukan bid’ah.

Ksatria Templar kembali kocar-kacir. Apalagi pada 1312, Paus Clement V secara resmi mengeluarkan maklumat pembubaran mereka. Perburuan terhadap Ksatria Templar pun semakin gencar. Satu persatu para pentolan organisasi tersebut ditangkap.

Jacques de Molay Pembakaran
Jacques de Molay

Pada bulan ke-24 setelah maklumat itu, Jacques de Molay, Grand Master Kstaria Templar pun tertangkap. Dia disalibkan di belakang Gereja Notre Dame, Paris lalu dibakar hidup-hidup di depan umum. Dari tengah kobaran api, de Molay mengerang dan meneriakkan kutukan.

“Jangan pernah menyebut namaku jika setahun setelah ini Paus Clement V dan Philipe le Bel tidak mati menyusulku. Mereka bahkan akan terbenam di dasar neraka!” teriaknya.

Kutukan itu terbukti benar. Setahun kemudian Paus Clement V dan Philipe le Bel susu-menyusul meninggal secara misterius.

Sejak pengejaran itu, para Templar kabur ke berbagai negara di Eropa. Mereka menanggalkan segala atribut dan juga identitas pribadi mereka. Namun, tetap saja mereka sulit bergerak. Beruntung di dalam pelarian tersebut ada orang-orang macam King Robert The Bruce di Skotlandia.

Di situ mereka dibiarkan menyusup sebagai tukang batu dan menggalang kembali kontak dengan para Mason. Di Portugal, mereka mengubah nama ordo mereka menjadi Knight of Christ Order. Di Spanyol mereka menyusup ke dalam tim ekspedisi Vasco da Gama.

Setelah empat abad berlalu, keturunan para Ksatria Templar yang telah diam-diam menghimpun diri, berhasil bangkit kembali. Pada 1717 mereka bertemu di Inggris dan mendirikan organisasi baru dengan nama Freemason.

Freemason berasal dari kata free dan mason yang secara harfiah diartikan dengan pembangunan, juru bangun, atau membangun. Freemason mempunyai struktur kenaggotaan yang khas.

Mereka mengelompokkan jenis jenjang keanggotaannya dalam tiga kelompok.

Pertama, Symbolism Freemason (Freemason Simbolik). Level keanggotaan ini bersifat umum, baik orang Yahudi maupun non-Yahudi (Ghoyim) boleh bergabung dan berperan aktif. Level ini sendiri memiliki 33 jenjang keanggotaan.

Jenjang tersebut menjadi mekanisme seleksi dan kaderisasi untuk level Freemason berikutnya. Kegiatan yang dikelola oleh para anggota pada level Freemason Simbolik ini adalah seputar pemberian bantuan-bantuan kemanusiaan. Semua itu terpapar dalam situs resmi mereka, Masonicworld.com

Meski bersifat umum, perekrutan anggota Freemason dilakukan secara elitis. Biasanya melalui acara-acara private party yang berkelas. Dengan cara itu mereka menarik minat orang-orang terpandang untuk bersedia hadir dalam acara yang mereka buat.

Target perekrutan mereka biasanya politisi, keluarga kerajaan, cendikiawan. pokoknya , mereka yang mempunyai pengaruh dimasyarakat.

Kelompok kedua adalah Freemason Royal (Freemason Kerajaan). Di dalam level ini terdapat orang-orang yang sudah membuang jauh-jauh kepercayaan mereka tentang agama, nasionalisme, dan prinsip-prinsip dasar lainnya yang dianut sebelumnya.

Orang-orang di level ini telah mengganti semua keyakinan dna prinsip-prinsip dasar mereka dengan prinsip-prinsip Masonik. Tokoh yang berada pada level ini antara lain Sir Winston Churcil dan Lord Balfour.

Kelompok ketiga adalah Freemason of The Universe (Freemason untuk Semesta). Ini adalah jenis tingkatan terakhir dari seorang Mason. Pada level ini, hanya orang berdarah Yahudi sajalah yang dapat masuk ke dalamnya. Itu pun harus mematuhi sepenuhnya setiap doktrin Freemason.

Peran para Mason yang berada pada level ini bukanlagi sekedar mengendalikan suatu wilayah atau kawasan, melainkan lebih dari itu. Mereka bahkan lebih berpengaruh daripada seorang Paus atau bahkan Presiden sekalipun.

Seluruh pemimpin Zionis adalah mereka yang telah duduk di level ini. Sehingga tak mengherankan jika Perdana Menteri Israel begitu berkuasa atas Presiden Amerika Serikat dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan Israel, Palestina, dan masalah kemanan di Timur Tengah.

Pertemuan tahun 1717 ini menjadi tonggak bagi Freemason untuk memulai perang melawan agama-agama langit yang dianut oleh masyarakat dunia pada umumnya, meskipun sebelum itu Freemason sudah mulai eksis dan berhasil merekrut beberapa keluarga kerajaan Inggris seperti Robert Moray (dilantik 20 Mei 1641) dan Eliash Ashmole (dilantik 16 Oktober 1646) sebagai anggota.

Tonggak kebangkitan Mason pada tahun itu mereka tandai dengan pembangunan sebuah loji besar di Inggris yang mereka namai dengan Grand Lodge of England.

Kebencian orang-orang Yahudi terhadap agama-agama langit, khususnya Nasrani, adalah karena para penganut agama itu telah mengusik ketentraman para penganut Kabbalah. Yang terjadi di Prancis pada akhir-akhir abad ke-15, misalnya. Saat itu rumah ibada umat Yahudi, sinagog, di kota Aix, Arles, dan Marsilles, diusik oleh Raja Prancis yang memaksa orang-orang Yahudi memeluk Nasrani.

Diduga, dari situlah awal permusuhan hebat antara Yahudi dengan Nasrani. Meskipun sebenarnya dendam itu sudah ada sejak zaman Fir’aun dan menjadi landasan mereka untuk keinginan menguasai dunia dan membangun Novus Ordo Seclorum, sebuah Tatanan Dunia Baru, seperti yang tertera pada uang satu Dolar Amerika Serikat.

Previous post

Misteri Dana Revolusi Yang Tak Tersentuh - End

Next post

Dejavu, Misteri Ilmu Saraf Yang Belum Terpecahkan